Daftar Hotel dan Restoran di Kabupaten Lamongan

April 2, 2008

NAMA HOTEL

LOKASI/ TELP

STATUS

JUMLAH KAMAR

MAHKOTA 1

JL. SUNAN DRAJAT 8 LAMONGANTELP. (0322) 321060

MELATI 3

34

MAHKOTA 2

JL. SUNAN DRAJAT 101 LAMONGANTELP. (0322) 312159

MELATI 3

7

LIMA JAYA

JL. RAYA PLAOSAN 20 BABAT-LAMONGANTELP. (0322) 322640

MELATI 2

26

BAHAGIA JL. A. YANI 67 LAMONGAN

MELATI 1

9

WIJAYA JL. LAMONGREJO 74-76 LAMONGAN

MELATI 1

30

BHARATA JL. LAMONGREJO 45 LAMONGAN

MELATI 1

10

Tanjung Kodok Resort Jalan Raya Paciran (Klik disini Untuk melihat gambar)

(Klik disini Untuk melihat gambar)

NAMA RUMAH MAKAN

LOKASI

JUMLAH KURSI

JENIS HIBURAN

KALIOTIK Jl. Ja. Suprapto 39 Lamongan

65

Jawa Timuran (Prasmanan)
DEPOT KITA 1 Jl. Raya 262 Babat-LamonganTelp. (0322) 451415

75

Jawa Timuran
DEPOT KITA 2 Jl. Raya Plaosan 6Babat-LamonganTelp. (0322) 451506

68

Jawa Timuran
DEPOT MIRA Jl. Raya Simpang Tiga 100Babat-Lamongan

68

Jawa Timuran(Ayam Goreng)
DEPOT LIMAJAYA Jl. Raya Plaosan 20Babat-LamonganTelp. (0322) 451593

25

Jawa Timuran
DEPOT MEKAR JAYA 2 Jl. Raya Paciran LamonganTelp. (0322) 661353

72

Jawa Timuran(Ikan Laut)
DEPOT MEKAR JAYA 3 Jl. Raya No. 17 Paciran LamonganTelp. (0322) 662268

92

Jawa Timuran(Gule, Sate, Ikan Laut)
DEPOT RESTU Jl. Raya No. 12 Paciran Lamongan

68

Jawa Timuran(Ayam Goreng)
DEPOT ASIH JAYA 2 Komplek Lamongan Indah/ Jl. Pb. Sudirman 4A LamonganTelp. (0322) 322934

70

Jawa Timuran(Soto Lamongan)
SOTO AYAM MANDALA Jl. Jend. P. Sudirman 61Lamongan

20

Jawa Timuran(Soto,Dll)
KEMUNING Jl. Timur Sunan Drajat PaciranLamongan

38

Jawa Timuran
PALM KENDIL WESI Jl. Raya PaciranLamongan 662085

50

Jawa Timuran(Ikan Laut)

 


Patung Kadet Soewoko

April 2, 2008

 Sejarah singkat Kadet Soewoko

Didesa Gumantuk wilayah kec. Sekaran kab. Lamongan dan saat ini perkembangan wilayah sudah masuk wilayah Kec. Maduran Kab. Lamongan dan   pada hari minggu legi tanggal 09 maret 1949 sekitar jam 17.00 sore telah terjadi pertempuran antara regu Kadet Soewoko yang terdiri dari 7 orang menyerang  1  peleton pasukan belanda yang terdiri 37 orang yang baru selesai mengangkat kendaraan powernya yang terperosok kedalam sungai ditepi sawah, dalam pertempuran ini telah timbul korban-korban dari kedua belah pihak dari regu Kadet Soewoko yang gugur 4 orang sebagai pahlawan bangsa ialah :
1. Kadet Soewoko ( dipatungkan)
2. Sdr.  W i d o d o
3. Sdr.  K a e r i
4. Sdr. L a s i b a n

(lamongan.go.id)


Wisata Religi dan Bahari Lamongan

April 2, 2008

Sunan Drajat dan Tanjung Kodok adalah dua nama bermagnit kuat sepanjang masa.Mampu menyedot jutaan peziarah dan wisatawan nusantara maupun manca negara. Keduanya kini jadi icon wisata dan pintu gerbang informasi perekonomian rakyat Lamongan dengan dunia luar. Tiada mengenal waktu, siang dan malam, berjalan kaki atau berombongan naik mobil dan bus-bus, berduyun..duyun orang silih berg anti berdatangan berziarah mengunjungi makam Sunan Drajat dalam route tour Walisongo. Daya tarik Sunan Drajat membawa berkah mengalirnya uang bermilyar-milyar rupiah dari para peziarah, mampu menggerakkan berbagai aktifitas perekonomian rakyat. Fenomena sosial wisatawan religi, budaya dan ekonomi itu dikemas untuk menggerakkan perekonomian rakyatnya dengan memanfaatkan potensi kunjungan jutaan wisatawan religi yang tiada putus-putusnya itu, dihadang diroute bersejarah jalan raya Deandels untuk mampir pula menikmati keajaiban isi perut bumi Gua Maharani dan keindahan alam pantai wisata bahari Tanjung Kodok.

Obyek wisata lokalan itupun kemudian dibangun bertaraf internasional dengan manajemen modern dibawah payung PT. Bumi Lamongan Sejati, sebuah perusahaan patungan Pemerintah Kabupaten Lamongan dengan PT. Bunga Wangsa Sejati yang berhasil membangun dan mengembangkan Jatim Park Batu.

Tanjung Kodok kini bertrade mark baru Wisata Bahari Lamongan WBL Tanjung Kodok atau Jatim Park II.

Obyek wisata alam pantai berbatu cadas mirip kodak itu dulu tanggal 11 Juni 1983 dijadikan lokasi penelitian gejala astronomi gerhana matahari total oleh NASA Arnerika Serikat. Kini dilokasi .itu dibangun secara besar-besaran dan profesional dengan studi perpaduan konsep Wisata Bahari Ancol Jakarta, Singapura dan pantai Jepang.

Di Wisata Bahari Lamongan Tanjung Kodok terapat replika ziarah Walisongo, pemandian dan kolam renang air tawar dan air laut, arena ketangkasan, playground remaja, sepeda air dan speed boat, rumah sakit hantu, istana bawah laut, rumah kucing, arena motor cross, pondok penginapan pelajar, Qua insectarium, arena gocar, lapangan tenis, menara rukyat, cottage dan hotel dengan pelayanan Islami, restoran dan berbagai fasilitas wisata menarik lainnya yang masih terus dikembangkan di kawasan jelajah seluas 20ha.

Kawasan wisata ini juga dekat dengan sentra kerajinan emas, batiktulis dan bordir desa Sendang Agung dan Sendang Duwur serta pusat pendaratan ikan terbesar Jawa Timur di pelabuhan Brondong.(lamongan.go.id)


Monumen Kapal Van der Wijck

April 2, 2008

Monumen Kapal Van der Wijck

monument-kapal-vanderwee.jpg
Pada tanggal 28 oktober 1936 di Pantura laut Jawa, tepatnya diperairan utara Brondong telah terjadi musibah dengan tenggelamnya kapal Van Der Vijck. Kapal mewah yang dibuat digalangan kapal Feijenoord Roterdam Belanda pada tahun 1921 adalah merupakan kapal milik perusahaan Koninklijke Paketvoart Maatschappij Amsterdam. Atas jasa nelayan Brondong, maka  para awak kapal dan penumpang dapat diselamatkan. Berkat bantuan itulah pemerintah Belanda mendirikan monument yang terletak dihalaman Kantor Pelabuhan Brondong.

(lamongan.go.id)


Tempat Pelelangan Ikan Brondong

April 2, 2008

TPI Brondong berjarak 6 km dari lokasi wisata Tanjung Kodok. Tempat ini merupakan tempat pendaratan ikan para nelayan baik nelayan lokal maupun nelayan dari berbagai daerah di Indonesia serta dapat dijadikan sebagai tempat rekreasi bagi keluarga sekaligus belanja ikan yang relative murah karena tempat nelayan menjual ikan hasil tangkapan. Pengujung dapat berbelanja aneka ikan segar dan kering juga yang sudah masak.

pelelangan-ikan__2.jpg

Untuk menuju TPI ini dapat ditempuh dengan transportasi umum dari Surabaya-Gresik-Panceng melalui jalan Daendeles (ruas jalan Anyer – Panarukan), atau dari arah barat Tuban-Paciran.

(lamongan.go.id)


Makam Sunan Drajat

April 2, 2008

Sunan Drajat yang mempunyai nama kecil Syarifudin atau raden Qosim putra Sunan Ampel dan terkenal dengan kecerdasannya. Setelah menguasai pelajaran islam beliau menyebarkan agama islam di desa Drajad sebagai tanah perdikan dikecamatan Paciran. Tempat ini diberikan oleh kerajaan Demak. Ia diberi gelar Sunan Mayang Madu oleh Raden Patah pada tahun saka 1442/1520 masehi
Makam Sunan Drajat dapat ditempuh dari surabaya maupun Tuban lewat Jalan Dandeles ( Anyer – Panarukan ), namun bila lewat Lamongan dapat ditempuh 30 menit dengan kendaran pribadi.

makam-sunan-drajatpsd.jpg

Sejarah singkat
Sunan Drajat bernama keci I Syari­fuddin atau Raden Qosim putra Sunan Ampel yang terkenal cerdas. Setelah pelajaran Islam dikuasai, beliau me­ngambil tempat di desa Drajat wilayah Kecamatan Paciran Kabupaten Daerah Tingkat II Lamongan sebagai pusat kegiatan dakwahnya sekitar abad XV dan XVI Masehi. Beliau memegang kendali keprajaan di wilayah perdikan Drajat sebagai otonom kerajaan Demak selama 36 tahun.

Beliau sebagai Wali penyebar Islam yang terkenal sosiawan sangat memperha­tikan nasib kaum fakir miskin, terle­bih dahulu mengusahakan kesejahteraan sosial baru memberikan ajaran. Motivasi lebih ditekankan pada etos kerja keras, kedermawanan untuk mengentas kemiskinan dan menciptakan kemakmuran.
Usaha kearah itu menjadi lebih mudah karena Sunan Drajat memperoleh kewenangan untuk mengatur wilayahnya yang mempu­nyai otonomi.

Sebagai penghargaan atas keberha­silannya menyebarkan agama Islam dan usahanya menanggulangi kemiskinan dengan menciptakan kehidupan yang makmur bagi warganya, beliau memperoleh gelar Sunan Mayang Madu dari Raden Patah Sultan Demak I pada tahun saka 1442 atau 1520 Masehi.
Wewarah pengentasan kemiskinan Sunan Drajat kini terabadikan dalam sap tangga ke tujuh dari tataran komplek Makam Sunan Drajat. Secara lengkap makna filosofis ke tujuh sap tangga tersebut sebagai berikut :
1. Memangun resep teyasing Sasomo (kita selalu membuat senang hati orang lain)
2. Jroning suko kudu eling Ian waspodo (didalam suasana riang kita harus tetap ingat dan waspada)
3. Laksitaning subroto tan nyipto marang pringgo bayaning lampah. (dalam perjalanan untuk mencapai cita – cita luhur kita tidak peduli dengan segala bentuk rintangan)
4. Meper Hardaning Pancadriya (kita harus selalu menekan gelora nafsu – nafsu)
5. Heneng – Hening – Henung (dalam keadaan diam kita akan mem­peroleh keheningan dan dalam keadaan hening itulah kita akan mencapai cita – cita luhur).
6. Mulyo guno Panca Waktu (suatu kebahagiaan lahir bathin hanya bisa kita capai dengan sholat lima waktu)
7. Menehono teken marang wong kang wuto,
Menehono mangan marang wong kang luwe,
Menehono busono marang wong kang wudo,
Menehono ngiyup marang wongkang kodanan.

Maksudnya :
Berilah ilmu agar orang menjadi pandai, .
Sejahterakanlah kehidupan masyarakat yang miskin,
Ajarilah kesusilaan pada orang yang tidak punya malu,
serta beri perlindungan orang yang menderita.

Selain itu dalam sejarahnya Sunan Drajat juga dikenal sebagai seorang Wali pencipta tembang Mocopat yakni Pangkur. Sisa – sisa gamelan Singomeng­koknya Sunan Drajat kini tersimpan di Musium Daerah.

Untuk menghormati jasa – jasa Sunan Drajat sebagai seorang Wali penyebar agama Islam di wilayah Lamongan dan untuk melestarikan budaya serta benda­banda bersejarah peninggalannya Sunan Drajat, keluarga dan para sahabatnya yang berjasa pada penyiaran agama Islam, Pemerintah Daerah Lamongan mendirikan Musium Daerah Sunan Drajat disebelah timur Makam. Musium ini telah diresmikan oleh Gubernur KDH Tingkat I Jawa Timur tanggal 1 maret 1992.

Upaya Bupati Lamongan R. Mohamad Faried, SH untuk menyelamatkan dan melestarikan warisan sejarah bangsa ini mendapat dukungan penuh Gubernur Jawa Timur dengan alokasi dana APBD I yaitu pada tahun 1992 dengan pemugaran Cungkup dan pembangu­nan Gapura Paduraksa senilai Rp. 98 juta dan anggaran Rp. 100 juta 202 ribu untuk pembangunan kembali Masjid Sunan Drajat yang diresmikan oleh Menteri Penerangan RI tanggal 27 Juni 1993. Pada tahun 1993 I 1994 pembenahan dan pembangunan Situs Makam Sunan Drajat dilanjutkan dengan pembangunan pagar kayu berukir, renovasi paseban, bale rante serta Cungkup Sitinggil dengan dana APBD I Jawa Timur sebesar RP. 131 juta yang diresmikan Gubernur Jawa Timur M. Basofi Sudirman tanggal 14 Januari 1994.

(lamongan.go.id)


Wisata Bahari Lamongan

April 2, 2008

Merupakan pengembangan dari obyek wisata Tanjung Kodok dan Goa Magarani. Kawasan     WBL menempati area seluas ± 17 ha. Di tempat wisata laut ini berbagai fasilitas disediakan mulai sarana dari bermain anak, kolam renang air tawar dan air laut, arena ketangkasan, resort, sea food restaurant, food court, area wisata walisongo, barak penginapan, tempat ibadah (masjid) dan fasilitas lain yang disediakan untuk memanjakan dan membuat pengunjung senyaman mungkin dan berekreasi dan berlibur bersama keluarga. Disebelah WBL juga tersedia Tanjung Kodok Beach Resort yang dilengkapi berbagai fasilitas diantaranya Hotel, Cottage, Paviliun, Restoran, Dll.

sampul-depan.jpg

(lamongan.go.id)


Pantai Tanjung Kodok

April 2, 2008

Hanya berjarak 100 m sebelah utara gua maharani terdapat pantai yang indah yang bernama Tanjung Kodok yang kini sudah dikembangkan menjadi Wisata Bahari Lamongan (WBL). Karena tempatnya yang strategis maka komplek ini pernah digunakan NASA untuk meneliti gerhana matahari total pada th 1983. Di tempat itu juga terdapat menara rukyat untuk menetapkan kepastian memasuki bulan suci Romadlon dan Idhul Fitri.

tanjung-kodok.jpg(lamongan.go.id)


Goa Maharani

April 2, 2008

Gua ini letaknya sangat strategis dan menarik karena terletak di dekat pantai kurang lebih 500 m dan berada di tepi jalan Gresik-Tuban tepatnya di kecamatan Paciran Lamongan. Salah satu keajaiban alam berupa gua istana maharani yang menyimpan keindahan alam lebih spesifik dan unik diatas rata-rata gua wisata yang lain. Bahkan menurut prof Dr. KRT.Khoo ahli perguaan internasional dari yayasan speleologi Indonesia di Bogor menilai bahwa stalaktit dan stalakmit di gua istana Maharani masih hidup karenanya keindahan gua ini bisa disejajarkan dengan gua Altamira di Spanyol. Gua Mamonth dan Carlsbad  di . Gua yang menyimpan sejuta keindahan ini berada dikedalaman 25 m dari permukaan tanah dengan rongga gua seluas 2500 m2.

maharani

Goa Istana Maharani menyimpan ke­indahan alam lebih spesifik, memi­Iiki keindahan di atas rata – rata goa wisata di Indonesia. Bahkan komentar beberapa ahli pergoaan, wartawan dan wisatawan, menilai goa ini memiliki kesejajaran dengan goa – goa wisata terkenal di Luar negeri seperti Goa Altamira di Spanyol, Goa Mammoth dan Carlsbad di’ Amerika Serikat serta Goa Coranche di Perancis.

Menurut penelitian DR. K.R.T. Khoo, ahli pergoaan internasional dari Yayasan Speleologi Indonesia di Bogor menilai bahwa stalaktit dan stalagmit di goa Istana Maharani masih “hidup”dan terus tumbuh. Pertumbuhannya mencapai kurang lebih 1 Cm per sepuluh tahun, agar kelestariannya tetap terjaga.

Stalaktit dan stalagmit yang tumbuh di dalam goa dapat meman­carkan cahaya warna warni bila terkena cahaya. Menyadari kelebihan tersebut Pemerintah Daerah  Lamongan mengelolanya sebagai obyek wisata primadona disamping Tanjung Kodok dan situs purbakala Makam Sunan Drajat. Fasilitas yang dibangun dibagi dalam tiga zone yaitu zone umum, zone pera­lihan dan zone inti, lokasi goa ini 100 m ketimur dari Tanjung Kodok. 

Istana Maharani, demikian goa ini dinamakan oleh Bupati Lamongan R. Mohamad Faried, SH sesuai dengan kecantikan sinarnya dan berdasarkan usulan salah seorang pekerja penemu goa atas mimpi istrinya. Goa Istana Mahara­ni ditemukan oleh 6 penggali tanah coral bahan phosphat dan pupuk dolomit yaitu Sugeng dan kawan – kawan dengan mandor Nyoto pada tanggal 6 Agustus 1992. Luasnya kurang lebih 2. 500 m2 dengan kedalaman 25 m dari permukaan tanah. Nama maharani lahir dari mimpinya istri Nyoto. Malam sebelum ditemukannya goa, dia bermimpi melihat cahaya bunga­ – bunga yang sangat indah berwarna – warni yang di jaga oleh dua ekor naga raksasa bermahkota. Dua ekor naga tersebut kini divisualkan berbentuk dua patung naga dengan dua burung garuda penjaga pintu masuk goa yang disebut Gerbang Paksi Tatsoko. 

Di dalam Goa memang terdapat stalaktit – stalagmit yang menyerupai singgasana Maharaja, flora dan fauna,.. yang sangat indah bersinar – sinar seperti mutu manikam intan baiduri. Dari tetesan air bebatuan gamping yang menyerupai karang sejak jutaan tahun yang lalu secara alami endapannya mengkristal membentuk berbagai perwu­judan yang sangat mengagumkan. Sungguh merupakan keajaiban dunia tanda Kebe­saran Tuhan.

Stalaktit dan stalagmit tersebut ada yang disebut Lingga Pratala (me­nyerupai alat vital laki – laki), Yoni Pratiwi (alat vital perempuan), Cempaka Tirta (bunga kanthil), Karang Raja Kadal (menyerupai dinosaurus), Selo Gajah (menyerupai kepala gajah), bunga Mawar, pohon Beringin dan berbagai bentuk lainnya yang teramat unik dan indah.

Menurut cerita mimpi setelah semedhi beberapa penduduk, didalam goa sering terlihat puteri cantik seperti Roro Ayu Mantili dari kerajaan fiksi Madangkara diiring dua dayang dan punggawa. Namun melihat struktur dan berbagai bentuk stalaktit dan stalagmit didalam goa ada yang melukiskan seperti Keraton Kiskendo.

Memang apabila wisatawan termenung sebentar tentang keajaiban alam yang terpatung karikatural dalam goa, berba­gai imajinasi luar biasa akan bermuncu­Ian sehingga mendorong orang untuk selalu berkunjung kembali ke goa Istana Maharani.

Lokasi wisata ini berhadapan dengan WBL terletak di seberang jalan. (lamongan.go.id)


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.